SERIGALALIA-THERESIANITAS AND OTHER STORIES
SERIGALALIA-THERESIANITAS
Perlahan
Sangat perlahan
Kuteriakan padanya sebuah nama
Sebuah nama yang digdaya
Sebuah nama yang membantu jantungnya cepat berhenti
Perlahan
Sangat perlahan
Kuceritakan padanya sebuah kisah
Sebuah kisah yang perkasa
Sebuah kisah yang membantu jantungnya cepat berhenti
Lalu kuletakan dia diatas meja panjang persalinan
Kubuka lubang rahimnya kuat-kuat
Hingga terdengar bunyi robek yang menggema
Dari lubang itu aku mendengar sebuah lolongan keras
Panjang membahana
Sebuah lolongan dari sebuah nama yang digdaya
Sebuah lolongan dari sebuah kisah yang perkasa
Darah tercecer dan akan terus fantasi
Hingga lolongan itu berganti menjadi gumaman
Perlahan
Dan sangat perlahan
Delirium
Simulacrum
Infinitum
Tergores
NASIOIRONICALASIA
Dia begitu percaya bahwa angin bisa membawanya terbang jauh
Menembus kapitalisme semesta
Tapi dia lupa bahwa angin tidak pernah ada disana
Maka dia akan tetap ada disana
Di bawah bendera yang tidak pernah berkibar
BREAKTROUGHLOGY-UBERMANSIA
Ribuan volt listrik mengalir di telinganya
Mendengungkan berita dari Illana
“Hai…waktumu sudah tiba!”
Dia terbangun
Membawa embun terbit di ujung matanya
Lalu menggeliat
“ah…waktuku sudah tiba!”
Melesat
Menjadi angin dan selanjutnya cahaya
APOCALIPSIA-NEUROPSEUDOTRIA
Bumi bergulung di balik selimut tua yang diwariskan cahaya, kakek tuanya
Gelap gempita
Tutup telinga, gemuruh defragmentasi ribuan tahun
Tersesat
Buka mata kuat-kuat
Menyilau membentuk rangkaian dioda diatas dupa
Kerlap
Kerlip
Berpelantingan
Seperti mekarnya mushroom diatas defekan Taurus
Seperti itu pula fantasinya
Bumi terus bergulung semakin bulat
Semakin bersembunyi dibalik selimutakutnya
Gelap gempita total
PHEROMONIA-ILUSTRASIA
Aku tidak akan terkejut
Bila dia menyumpal tanah dengan bisikan-bisikan lukanya
Aku tak akan terkejut
Bila kukunya terus menggaruki tanah merah rapuh
Yang merendam ingatannya
6 kaki di bawah asap-asap dupa yang menjelma doa
Tapi betapa terkejutnya aku
Ketika tahu bahwa nafasnya terengah
Melarikan diri dari hirupan kecewanya
Seperti dua kutub yang beradu
Negatif-Negatif
Atau
Positif-Positif
Karena jauh di ujung sana
Aku tahu
Ada setengah pedang yang terbelah oleh tebasannya sendiri
Sekarang aku juga tahu
Bahwa bau ilalang yang bergemerisik
Adalah
Sisa nafasnya yang sedang dia kejar
Satu titik embun
Terjatuh dari ujung terjauh dagu semesta
Dan aku tidak heran atas itu
GLOSSOLALIA DIATAS BOTOL VODKA
Pernahkah kau mendengar
Cerita tentang angin gurun
Yang ribuan tahun membentuk sebuah gunung batu
Tempat Musa mendapat sejuta perintah dari Tuhan
5000 tahun kemudian
Sejuta angin bergemuruh
Membawa sejuta perintah dari Tuhan
Menerbangkannya ke seluruh kepala yang berdiri tegak diatas iman
Dan gunung batu itu sekarang berdiri kokoh
Menjulang bagai benteng pertahanan para dewa yang dipuja lupa
Melekat di setiap rasa
Di setiap kepala
Satu-satunya hal yang bisa merobohkan gunung itu
Hanyalah angin gurun di zaman musa
Yang bisa menghembuskannya
Hanyalah sebotol Vodka
Seorang tua pernah berkata padaku
Jangan tinggalkan botol selalu terisi
Terdiam seperti semedi seribu candi
Seribu adalah tak ada
Ekstasi
Sabda-sabda
Vodka
Glossolalia
Kotak Pandora
KUTUKAN ILLANA
Perempuan itu bernama Illana
Seperti senjata berujung cakra
Menembus jantungku
Merubahku menjadi tiga cawan dusta
Dan satu cawan rahasia yang bersembunyi dari seluruh inderanya
Cawan pertama berisi dusta nestapa
Cawan kedua berisi dusta tiada
Cawan ketiga berisi dusta angkara
Illana memandangiku
Mengumpulkan mukanya tepat ditengah meledaknya waktu
Aku tak sanggup lagi menahan satu-satunya cawan
Yang mungkin akan membuatnya terlena
Tapi aku tak bisa memperlihatkan padanya
Yang benar saja…
Illana berkata:
Sudahlah!
Kali ini benar-benar kukutuk kau menjadi pangeran
Yang membawa tiga cawan dusta diatas surga
Dan satu cawan yang tak bisa membuatmu beranjak turun tangga
Semoga bahagia
Dan kali ini
Aku benar-benar kehabisan dusta
Untuk kuteriakan pada Illana-Illana lainnya
Yang menggelayuti ujung terjauh dari tasbih suciku
Pada Dewa-dewa yang juga menyembunyikan dusta
Diantara pedang mereka
Yang menebas leher para pemuja Illana
April 17th, 2006 at 2:35 am
mengingat tuhan adalah dengan cara tidak mengingatnya. keinginan untuk menemuinya adalah penghalang untuk bisa menemuinya. Agama baru?? emang ada agama lama?? kalo ada berarti ada juga agama reformasi,haha..